Politeknik Mitra Karya Mandiri Brebes  merupakan perguruan tinggi bidang keilmuan  Pendidikan Vokasi yang memiliki 3 (tiga) program studi diantaranya D-III Manajemen Informatika, D-III  Farmasi dan  D-III  Analis  Kesehatan, serta  sedang berusaha  melakukan berbagai   pengembangan demi mensejajarkan  dengan Intitusi lainnya di tingkat Provinsi Jawa Tengah dan  Nasional. Politeknik Mitra Karya Mandiri  Brebes   adalah  salah  satu  dari  beberapa  Institusi lainya   dengan   prodi yang  sama  yang  berada  dalam  lingkungan Jawa  Tengah. Politeknik Mitra  Karya Mandiri  Brebes   berada   di Kabupaten  Brebes   Provinsi  Jawa   Tengah,  merupakan  provinsi yang  memiliki posisi  yang  strategis di Pulau  Jawa.  Khususnya di wilayah Brebes sebagai   Kota  Transit   dan  jalur  lintas  utama  transportasi di  Pulau  Jawa  dan  di Jawa  Tengah. Sehingga berdasarkan kondisi  ini maka  secara  spesifik, Politeknik Mitra Karya Mandiri Brebes harus dapat   melangkah  lebih   maju menghadapi pengaruh lingkungan eksternal yang sangat cepat perubahannya.

Dalam meningkatkan kualitas  sumber   daya   manusia  Indonesia  guna mengantisipasi era globalisasi dewasa  ini, maka  beberapa strategi  direncanakan untuk  dilakukan oleh  Politeknik Mitra Karya Mandiri Brebes. Perencanaan ini dilakukan dengan tidak mengabaikan kondisi  dan keberadaan/kemampuan Politeknik  Mitra Karya Mandiri  Brebes   dewasa ini. Oleh sebab itu, analisis tentang  kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan menjadi dasar dari Perencanaan strategis Pengembangan Institusi secara keseluruhan.

Visi

    Menjadi Perguruan Tinggi Terkemuka, Diakui, Dan Mampu Bersaing Dalam Bidang Penerapan Ilmu Pengetahuan, Kesehatan Dan Teknologi Informasi Atas Dasar Keimanan  Dan Ketaqwaan  Kepada Tuhan Yang Maha Esa pada tahun 2028 di wilayah Jawa Tengah.

    • Misi

    Untuk merealisasikan visinya maka Politeknik Mitra Karya Mandiri Brebes menetapkan misinya yaitu :

    1. Menyelenggarakan program pendidikan dan pengajaran secara professional;
    2. Meningkatkan kualitas   pendidikan dan   penerapan  ilmu   pengetahuan dan   teknologi   dalam   bidang   keteknikan  dan   tata   niaga   sesuai   dengan   kebutuhandan perkemba ngan industri yang relevan;
    3. Melaksanakan penelitian terapan yang menunjang pengembangan ilmu pengetahuan;
    4. Mengadakan kegiatan dan pengabdian masyarakat secara edukat konsisten dan terprogram dengan mengacu pada tela’ah dan kajian dalam   berbagai  ilmu pengetahuan
    5. Meningkatkan pengelolaan sumber  daya  Politeknik untuk  mewujudkan kinerja secara  efektif, efisien, dan berkelanjutan
    6. Menjalin Kerjasama dengan  berbagai instansi dan  lembaga tingkat  Nasional dan Internasional.
    • Tujuan

             Tujuan Poltek MKM Brebes adalah sebagai berikut:

    1. Dihasilkannya program pendidikan dan pengajaran secara professional
      1. Dihasilkannya kualitas pendidikan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang IT dan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan industri yang relevan
      1. Dihasilkannya penelitian terapan yang menunjang pengembangan ilmu pengetahuan
      1. Dihasilkannya kegiatan dan pengabdian masyarakat secara edukatif,  konsisten dan terprogram dengan mengacu pada telaah dan kajian dalam berbagai ilmu pengetahuan
      1. Terciptanya   pengelolaan   sumber   daya   Politeknik   untuk   mewujudkan kinerja secara efektif, efisien, dan berkelanjutan
      1. Terjalinnya kerjasama dengan berbagai instansi dan lembaga tingkat Regional,  Nasional dan Internasional.

    Sabtu, 26 November 2022 Pimpinan Prodi  TLM Politeknik Mitra Karya Mandiri Ibu Arifiani Agustin Amalia, S.Tr.AK,M.Kes mengadiri Rapat Rutin Asosiasi Institusi Pendidikan Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (AIPTLMI) Regional IV wilayah DIY-Jawa Tengah yang diselenggarakan di Universitas Al Irsyad Al Cilacap.

    Rapat yang dihadiri oleh pimpinan program studi D3 dan D4 TLM wilayah DIY-Jateng kali ini membahas hasil Kongres VI di Bandung pada tanggal 26-28 Oktober 2022 dan terkait rencana kegiatan AIPTLMI Regional IV beberapa hal lain diantaranya yaitu Sosialisasi penyeleggaraan OSCE, Pelatihan kurikulum MBKM untuk Prodi TLM, Pelaksanaan Lomba-lomba untuk menunjang nilai akreditasi PS yang diselenggarakan oleh AIPTLMI Regional IV, Pelatihan pengisian borang 9 Kriteria secara offline, Pembimbingan tata kelola penerbitan modul ber ISBN, Sosialisasi luaran bidang pengabdian kepada masyarakat, Pembimbingan penerbitan HAKI bagi produk/ karya dosen/PT, Kerjasama dengan penerbit untuk memudahkan penerbitan ISBN dan meningkatkan nilai akreditasi, Workshop pembuatan RPS yang terintegrasi dengan luaran penelitian dan pengambdian kepada masyarakat, Pelatihan ITEM Developmen pembuatan soal UKOM yang memperhatikan tata bahasa.

    Rapat Rutin kali ini dilaksanakan diikuti oleh panitia dan peserta secara luring sebanyak 30 orang. Pada kegiatan kali ini peserta rapat berkesempatan juga untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Kota Cilacap, diantaranya Objek Wisata Benteng Pendem dan melihat keindahan Pantai Teluk Penyu Cilacap.

    Rangkuman Hasil Rapat :

    1. Penandatanganan MoU di Bandung diharpakan dapat dilanjutkan ke level MoA yang akan dilaksanakan pada acara International Conference On Medical Laboratory Science Education 2022 yang diselenggarakan oleh ASEAN Association of Schools of Medical Technology (AASMT) pada tanggal 1-4 Desember 2022 di Lombok.
    2. Pengajuan perubahan nama program studi dari Analis Kesehatan menjadi Teknologi Laboratorium Medis agar segera ditindaklanjuti sebelum pengajuan re-akreditasi, dengan prosedur sesuai yang disampaikan pada Kongres di Bandung.
    3. Akan ada perubahan nominal iuran AIPTLMI regional yang dimulai tahun 2023 dikarenakan ada subsidi dari AIPTLMI Pusat sebesar 10%.
    4. Berikut beberapa usulan kegiatan yang akan dilaksanakan di periode pengurusan yang baru:
    5. Sosialisasi penyeleggaraan OSCE.
    6. Pelatihan kurikulum MBKM untuk Prodi TLM.
    7. Pelaksanaan Lomba-lomba untuk menunjang nilai akreditasi PS yang diselenggarakan oleh AIPTLMI Regional IV.
    8. Pelatihan pengisian borang 9 Kriteria secara offline.
    9. Pembimbingan tata kelola penerbitan modul ber ISBN.
    10. Sosialisasi luaran bidang pengabdian kepada masyarakat.
    11. Pembimbingan penerbitan HAKI bagi produk/ karya dosen/PT.
    12. Kerjasama dengan penerbit untuk memudahkan penerbitan ISBN dan meningkatkan nilai akreditasi.
    13. Workshop pembuatan RPS yang terintegrasi dengan luaran penelitian dan pengambdian kepada masyarakat.
    14. Pelatihan ITEM Developmen pembuatan soal UKOM yang memperhatikan tata bahasa.

    Bertempat di Pendopo kanjengan kabupaten Brebes, tanggal 23 November 2022 Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti melantik kepengurusan Dewan pendidikan untuk masa bakti 2022-2027, salah satu ketua dewan pendidikan masa bakti 2022-2027 adalah Dosen Politeknik Mitra Karya Mandiri Brebes program studi D3 manajemen Informatika, H. Bahrul Ulum, M.Si.

    Secara umum, Dewan pendidikan memliki tugas pokok menghimpun, menganalisis, dan memberikan rekomondasi kepada Menteri, gubernur, bupati/walikota terhadap keluhan, saran, kritik, dan aspirasi masyarakat terhadap pendidikan.

    Adapun Dewan Pendidikan berfungsi dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

    Tugas dewan pendidikan diantaranya Memberi pertimbangan dalam penentuan pelaksanaan, pemantauan, pengawasan dan penilaian arah kebijakan serta program kegiatan strategis pendidikan nasional, Mendukung penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu, adil, demokratis, transparan dan terbuka baik berupa pemikiran, gagasan, finansial maupun tenaga ahli dan pengembangan jaringan,Mengendalikan penyelenggaraan, pelayanan dan keluaran pendidikan nasional guna mewujudkan transparansi dan akuntabilitas publik bidang pendidikan; Melayani advokasi asistensi dan konsultasi serta pendampingan dalam rangka penyelenggaraan, pelayanan dan pelaksanaan pendidikan bermutu, adil, terbuka transparan, akuntabel dan demokratis; Mediator antara masyarakat, eksekutif dan legislative berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan, pelayanan pendidikan dan penentuan kebijakan dalam program pendidikan;