header-int

Harkitnas

Kamis, 20 Mei 2021, 12:57:55 WIB - 162 View
Share
Harkitnas

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati setiap tanggal 20 Mei. Pada tahun ini, Hari  ebangkitan Nasional yang ke-113 jatuh pada besok, Kamis, 20 Mei 2021. Menteri Komunikasi dan Informatika  Kominfo), Johnny G Plate telah menerbitkan Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2021.Dalam Pedoman tersebut terdapat informasi mengenai tema, logo dan tujuan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2021. Nantinya, Upacara Bendera memperingati 113 tahun Kebangkitan Nasional tahun 2021 dilaksanakan secara virtual oleh Kominfo dan disiarkan secara streaming melalui http://komin.fo/Harkitnas2021 Tema Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke-113 tahun ini adalah "Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh!". Tema ini dipilih sebagai pengingat bahwa semangat Kebangkitan Nasional dapat mengajarkan kita untuk selalu optimis dalam menghadapi masa depan. Selain itu, bersama-sama kita juga bisa menghadapi semua tantangan dan persoalan sebagai penerus ketangguhan bangsa.

Kebangkitan Nasional merupakan masa di mana bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme, serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan republik Indonesia yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Pada 1912, berdiri Partai Politik pertama di Indonesia (Hindia Belanda), Indische Partij. Pada tahun itu juga, Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam (di Solo), KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (di Yogyakarta), Dwijo Sewoyo dan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jiwa Bersama Boemi Poetra di Magelang.

Kebangkitan pergerakan nasional Indonesia bukan berawal dari berdirinya Boedi Oetomo, tapi sebenarnya diawali dengan berdirinya Sarekat Dagang Islam pada 1905 di Pasar Laweyan, Solo. Serikat ini awalnya berdiri untuk menandingi dominasi pedagang Cina pada waktu itu. Kemudian, berkembang menjadi organisasi pergerakan sehingga pada tahun 1906 berubah nama menjadi Sarekat Islam. Pada 20 Juli 1913, Suwardi Suryaningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis "Als ik eens Nederlander was" yang memiliki arti "Seandainya aku seorang Belanda". Kebangkitan pergerakan nasional Indonesia bukan berawal dari berdirinya Boedi Oetomo, tapi sebenarnya diawali dengan berdirinya Sarekat Dagang Islam pada 1905 di Pasar Laweyan, Solo. Serikat ini awalnya berdiri untuk menandingi dominasi pedagang Cina pada waktu itu. Kemudian, berkembang menjadi organisasi pergerakan sehingga pada tahun 1906 berubah nama menjadi Sarekat Islam. Pada 20 Juli 1913, Suwardi Suryaningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis "Als ik eens Nederlander was" yang memiliki arti "Seandainya aku seorang Belanda".

Di sana Suwandi justru belajar ilmu pendidikan.Sementara itu, dr. Tjipto dipulangkan ke Hindia Belanda karena sakit. Tanggal berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei, dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Asal Usul Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, Ini Tema Peringatan Harkitnas 2021, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/05/19/asal-usul-hari-kebangkitan-nasional-20-mei-ini-tema-peringatan-harkitnas-2021?page=3.

Penulis: Lanny Latifah

Editor: Sri Juliati

PMKM Alamat : Jl. Jendral No. 441 Ketanggungan Brebes Telp/Fax 0283 4582001 Kode Pos 52263 Email politeknik.mitrakaryamandiri@gmail.com website : https://poltekmkm-bbs.ac.id
© 2021 Politeknik Mitra Karya Mandiri Follow Politeknik Mitra Karya Mandiri : Facebook Twitter Linked Youtube