header-int

Revolusi Industri 4.0

Selasa, 12 Mei 2020, 12:24:19 WIB - 127 View
Share
Revolusi Industri 4.0

Generasi muda adalah generasi penerus bangsa, sebuah bangsa akan maju apabila generasi mudanya ini mampu dan mau untuk belajar sesuai dengan tuntutan zamannya, seperti sekarang ada revolusi Industri 4.0 maka mereka harus mengusai teknologi informatika, dan disiplin ilmu lainnya, sehingga tidak menjadi generasi yang gagal tumbuh atau generasi yang gaptek atau gagal teknologi. 
Menurut World Economic Forum (WEF) Revolusi Industri yang ditandai dengan kemunculan  superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi,  cloud computing, sistem big data, rekayasa genetika dan  perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia  untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak.
Tahapan Revolusi Industri, mengutip Oxford Analytics, tahun 1800 ada penemuan mesin uap, mendorong munculnya kapal uap, kereta api uap, mesin pabrik bertenaga uap. Tahun 1900 ada penemuan listrik dan assembly line yang meningkatkan produksi barang, kemudian di tahun 2000 inovoasi teknologi informasi komersialisasi, personal computer, dan sekarang 2020 ada revoluasi industri ke 4.0 dimana kegiatan manufaktur terintegrasi melalui teknologi wireless dan big data secara masif. 
Disebutkan bahwa karakteristik utama revolusi industri 4.0 pertama kehadiran disruptive technology, ditandai dengan kecepatan dan tumbuh pesat sehingga memberi ancaman bagi industri-industri raksana. Kemudian, kedua ada perubahan ukuran perusahaan, yaitu ukuran perusahaan tidak perlu besar, namun perusahaan tersebut haruslah lincah dalam memanfaatkan teknologi dan informasi. 
Wajah Revolusi Industri 4.0 
Wajah kegiatan ekonomi dunia seakrang di revolusi industri ke 4, ditandai dengan marketplace, sharing economi, smart appliances, dan e-education, sehingga semua ragam kebutuhan manusia telah banyak menerapkan dukungan internet dan dunia digital sebagai sarana interaksi dan transaksi. 
Dunia perbankkan pun harus menyesuaikan dengan era revolusi industri ke 4, secara perlahan-lahan, dari awalnya mengambil dana lewat bank, sekarang dengan fasilitas di android saja, di dalam rumah pun sambil WFH saja bisa bertransaksi, paket datang dengan cepat, dan fisik barang yang dibeli pun bisa diterima dirumah. Begitu manjanya dunia digitalisasi ini untuk generasi muda sekarang ini. 
Saat pandemi covid-19, belajar pun bisa dirumah,teknologi sebagai media atau sarana untuk berkomunikasi, jika terhambat pada akses aplikasi, maka guru pun diberikan kebijakan untuk memilih fasilitas lain, melalui aplikasi WhatsApp, dengan mengirimkan tugas bagi anak SD kelas 7-12, mereka belajar dengan penugasan dari wali kelas dan dikerjakan bersama orang tua, ayah dan ibunya harus siap untuk menjadi guru terbaik bagi anaknya. 
Dulu anak harus belajar lama terkait aplikasi google classroom, karena tuntutan zaman, dan harus bisa, maka mereka dipaksa untuk siap dan belajar aplikasi ini, dan gurupun harus siap menghadapi era revolusi industri ini. Termasuk bagaimana dunia UMKM atau pelaku usaha yang sebagian menolak untuk bertranskasi dengan gopay, atau OVO, Link Aja, Lunas. Bahkan mereka dipaksa untuk scan barcode atau QR, dibangku sekolah saat mereka belajar tidak dikasih pengetahuan seperti ini, tapi karena ini adalah kebutuhan dan era transaksi perdangan menuntut seperti itu, maka apa boleh buat, semua dilakukan dan harus ditetapkan. 
Siapa yang untung adanya Revolusi Industri 4.0 
Pastinya, perusahaan besar sangat diuntungkan, apalgi mereka yang bergerak dalam dunia perubahan digitalisasi, seperti Apple, google, microsoft, facebook, amazon dan dunia perbankkan baik yang memiliki jaringan international maupun hanya sifatnya Nasional saja, secara prinsip mereka tumbuh besar dan harus siap dengan konsekuensi revolusi industri 4.0 ini. 
Pelaku UMKM, pelaku usaha tradisional jika tidak menyesuaikan era zaman sekarang, maka akan tergerus dengan dahsyatnya pola transaksi yang berlaku sekarang, mungkin saat ini belum begitu terasa, namun seiring perkembangan waktu, nantinya akan berdampak secara signifikan, masyarakat harus melek teknologi informasi (digitalisasi) dengan latar belakang pendidikan apapun. 
Semua konsekuensi adanya revolusi industri pastinya ada threat atau dikenal dengan ancaman, sebuah situasi penting yang tidak menguntungkan dalam lingkungan perusahaan, dianggap sebagai pengganggu utama pada posisi sekarang. Salah satu threat yang bisa dirasakan sekarang ini adalah, pertama, secara global, era industrialisasi digital itu menghilangkan 1-1,5 miliar pekerjaan sepanjang tahun 2015-2025 karena digantikan posisi manusia dengan mesin. Kedua, diestimasi bahwa 65 persen murid sekolah dasar di dunia akan bekerja pada pekerjaan yang  belum pernah ada hari ini. 
Namun ada threat, pastinya ada opportunity yaitu peluang perusahaan untuk meningkatkan daya saing serta untuk menciptakan inovoasi baru dalam pemenuhan kebutuhan berupa produk yang berkualitas di pasaran, dan bisa menjadi sarana perluasan jaringan pemasaran produk. Opportunity pertama adalah era digitalisasi berpotensi memberikan peningkatan net tenaga kerja hingga 2,1 juta pekerjaan hingga 2025, dan kedua terdapat potensi berkurangnya emisi karbon hingga 26 miliar metrik ton dari industri ( Wordl Economic Forum). 
Bagaimana revolusi 4.0 di Indonesia, kita bisa melihat beberapa model bisnis yang kentara, yaitu toko konvensional mulai tergantikan dengan online marketplace, kedua taksi dan ojek tradisional mulai digantikan moda transportasi online seperti gojek dan gocar.
Kesimpulan dari tulisan ini, tantangan seorang mahasiswa yang belajar di kampus, pertama, jangan minder ketika ada penugasan dari dosennya untuk wawasan luas dalam dunia digitalisasi, kedua, mereka harus siap untuk belajar ilmu revolusi industri, seperti bagaimana menciptakan kreasi-kreasi inovasi, membuat sebuah aplikasi yang dibutuhkan masyarakat, dari pekerjaan lama menjadi pekerjaan cepat, bagaimana mendata sebuah program yang biasanya pakai manual kemudian dilakukan dengan digitalisasi, ketiga, seorang mahasiswa atau pemuda harus mampu berpikir untuk memunculkan  sebuah rekayasa genetika dan  perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia  untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak, sehingga ada efektifitas pembiayaan, dan peningkatan output hasil dengan teknik digitalisasi. 

Penulis : Bahrul Ulum, SE. M.Si ( Dosen MIKOM Poltek MKM Ketanggungan) 

PMKM KAMPUS PUSAT : Jl. Jendral No. 441 Ketanggungan Brebes Telp/Fax 0283 4582001 Kode Pos 52263 Email politeknik.mitrakaryamandirri@gmail.com

KAMPUS 2 : Jl. Pangern Diponegoro KM 01 Dukuhturi Bumiayu website : https://poltekmkm-bbs.ac.id

© 2020 Politeknik Mitra Karya Mandiri Follow Politeknik Mitra Karya Mandiri : Facebook Twitter Linked Youtube