header-int

Tips Membangun \"Komunikasi\" Efektif untuk Masuki Dunia Kerja

Kamis, 19 Sep 2019, 08:37:44 WIB - 4 View
Share
Tips Membangun \"Komunikasi\" Efektif untuk Masuki Dunia Kerja

Sabtu (1/09/2019), PT Bank "Central" Asia Tbk (BCA) menggelar seminar bertema “Persiapan Memasuki Dunia Kerja dan Komunikasi Efektif” dengan menghadirkan dua orang pembicara, yakni Jahja Setiaadmadja (Presiden Direktur PT BCA Tbk) dan Moh. Subagio (Praktisi Komunikasi dari Moh Subagio & Co).

Dalam acara yang berlangsung di  Balai Sidang UI tersebut, BCA juga menyerahkan donasi beasiswa Bakti BCA tahun ajaran 2019—2020 senilai Rp400 juta kepada 29 orang mahasiswa UI serta dana abadi UI senilai Rp100 juta.

Dimoderatori oleh Direktur Kemahasiswaan UI, Arman Nefi, seminar ini memberikan wawasan tentang bagaimana membangun karier ketika memasuki dunia kerja. Ketika memasuki dunia kerja, menurut Presiden Direktur BCA ini, ada dua kebutuhan yang perlu diperhatikan mahasiswa, yaitu kebutuhan finansial dan kebutuhan untuk menimba ilmu. Ia menyarankan, ketika memilih pekerjaan untuk pertama kali, mahasiswa tidak hanya mementingkan pemasukan (income) yang besar, tetapi juga perlu melihat prospek ilmu yang didapatkan.

Jahja mencontohkan, dirinya lebih memilih untuk bekerja di kantor akuntan setelah lulus kuliah meski telah mendapat tawaran untuk bekerja di tempat lain sebagai pegawai tetap. Pasalnya, kantor akuntan memberinya banyak pengalaman dan pengetahuan ketika ia mengaudit berbagai jenis perusahaan. Pengetahuan tentang berbagai jenis industri ini, bagi Jahja, sangat membantunya mencapai puncak karier saat ini.

Presiden Direktur BCA berpesan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi bukanlah menjadi satu-satunya hal yang menjamin kesuksesan mahasiswa yang baru memasuki dunia kerja. Pasalnya, pemilihan tenaga kerja saat ini lebih diarahkan untuk menjaring orang-orang yang kreatif dan memiliki kemampuan sosial yang mumpuni.

“Dalam dunia perkuliahan, yang ditonjolkan seringkali hanyalah kemampuan individu. Tapi di dunia kerja, individu ini harus mampu mendengarkan masukan orang lain dan bekerja dalam tim,” ujar alumni FEB UI ini.

Selain kreativitas dan kemampuan membangun jaringan, Jahja juga mengingatkan mahasiswa untuk tetap memiliki perencanaan karier yang fleksibel.

“Perencanaan yang sudah dibuat dengan sangat detail pun dapat berubah ketika dieksekusi. Oleh karena itu, jangan terlalu terpaku pada plan, yang penting tahu betul tujuan yang ingin dicapai,” tutur Jahja di akhir seminar.

Dalam acara itu, turut hadir pula ini Rektor Universitas Indonesia (UI) Muhammad Anis, Direktur Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni UI Erwin Nurdin,  Kepala Kantor Wilayah VIII BCA Haryono Wongsonegoro, dan General Manager Corporate Social Responsibility BCA Inge Setiawati.

PMKM Politeknik Mitra Karya Mandiri Brebes merupakan lembaga pendidikan yang berperan serta secara aktif membantu pemerintah dalam upaya memenuhi tenaga Ahli Informatika, Farmasi dan Analis Kesehatan. Melalui kegiatan pendidikan, Penelitian dan Pengabdian, Politkenik Mitra Karya Mandiri Brebes berusaha menghasilkan lulusan pendidikan D-III Manajemen Informatika, D–III Farmasi dan D-III Analisis Kesehatan yang dapat memenuhi pasar kerja instansi pelayanan pemerintah, swasta dan luar negeri.
© 2019 Politeknik Mitra Karya Mandiri Follow Politeknik Mitra Karya Mandiri : Facebook Twitter Linked Youtube